Komitmen..

 Pagi ini ayah marah, Mas kena cakar kucing di matanya. Ada rasa khawatir karena Mas tidak mau buka mata, hanya dikucek2 dan bilang sakit. Tidak ada bekas cakar di kelopak mata, kami khawatir bola matanya tergores.

Mbak Ika pun berusaha menjelaskan kronologinya, bahwa Mas yang godain milky duluan, sehingga kena cakar. Namun ayah sudah terlalu jengkel, karena milky sudah mulai keluar masuk rumah seenaknya dan kadang naik ke lantai atas juga, padahal Mbak Ika sudah janji menjaga milky agar tetap di luar.

Dengan nada keras, ayah peringatkan terakhir kali bahwa ayah akan membuang milky jika masih terlihat mondar mandir di dalam rumah.

Alhamdulillah setelah beberapa saat, Mas mau membuka matanya, ayah periksa, alhamdulillah tidak ada masalah.

Mbak Ika pun masih menangis meraung-raung berharap milky tidak dibuang. Setelah tahu Mas baik-baik saja, mulai reda lah tangisnya..Tapi..Ada masalah lagi..

Mungkin karena jengkel atau terlewat semangat mau belanja daging untuk menu buka nya sore ini, Mbak Ika masuk kamar dan menutup pintu dengan keras.

Ayah yang baru selesai mandi segera menghampiri dan bertanya pada Mbak Ika. Mbak Ika menjawab tidak sengaja.

Geram karena ini sudah terjadi beberapa kali ketika Mbak Ika jengkel, akhirnya ayah mengambil obeng dan melepas engsel pintu, agar tidak ada yg bisa tutup pintu seenaknya.

Pecahlah tangisan Mbak Ika untuk yang kedua kalinya hari ini, dia memohon agar ayah mengurungkan niatnya, namun gagal.

Daun pintu sudah terlepas, dan Mbak Ika pun tertidur karena capek menangis.

Ajaibnya, bangun tidur, seperti tidak ada apa-apa. Saat saya bertanya, apakah Mbak Ika tetap mau belanja pagi ini, dia langsung menyetujui dan bergegas pergi.

Hari ini ada 2 misi, pertama membeli daging, tomat dan daun bawang seledri ke toko buah, yang kedua membeli susu di warung.

Sepulangnya dari belanja, Mbak Ika cerita dia sempat salah jalan. Tujuan pertama nya adalah ke tukang sayur, tapi di malah ke warung, pikirnya tak apalah, beli susu dulu. Ternyata warung nya tutup, dia pun mengingat jalan terdekat ke warung sayur. Lalu setelah misi di warung sayur selesai, dia kembali ke warung yang tadi. Dan ingat bahwa warung nya kan tutup, tapi dia tetap kembali kesana. 

Bingung mau kemana, dia disapa oleh temannya dan akhirnya dia beli susu dancow bubuk di warung tante Nurmi. Mbak Ika bilang, susu cair nya tidak ada yang besar, akhirnya dia memutuskan beli susu bubuk saja 1.


Comments